Instagram :@sabili_jahro Twitter :@sabili_jahro Facebook :sabili jahro
Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 11 Agustus 2017

Jangan Mau Dikuasai Asing!!!

by sabilijahro  |  at  07.21
Bila melihat dari judul di atas, sangat berhubungan dengan nasib bangsa tercinta kita, mulai dari urusan politik, sosial, budaya, sampai dengan masalah penguasaan lahan..
Jika ditelisik lebih dalam lagi, saat ini hampir seluruh sektor dikuasai oleh asing..
Lalu, Bagaimanakah cara untuk mempertahankan apa yang sebenarnya milik kita?

Salah satunya adalah dengan membeli lahan-lahan yang ada di sekitar kita agar tidak habis terjual oleh pihak asing..
Banyak yang beralasan, tidak punya uang? Ada solusinya..
Yukk mari bersama-sama kita selamatkan lahan dengan berwakaf..
Tempat terbaik untuk berwakaf melalui Tabarru, dan saya Pribadi pun sudah menjadi bagian dari anggota tabarru dan memiliki kartunya..
Lalu, apa manfaat ikut tabarru??
1. Sebagai amal jariyah, Karena 3 hal yang tidak terputus setelah kita meninggal, yaitu ilmu yang bermanfaat, amal jariyah dan anak sholeh yang mendoakan.
2. Anda turut serta membantu membeli lahan-lahan produktif yang ditanami tumbuhan2 bermanfaat dan dikelola serta nantinya hasilnya benar-benar akan digunakan untuk pembelian lahan kembali
3. Mendapatkan Dana ta'ziyah
Lalu saat ini hasil wakafnya apa saja?
1. Lahan kelapa sawit di Jambi
2. Lahan di Kendal
3. Lahan di Cikarang
4. Sawah di Cilember Karawang 60 hektar

Kantornya ada di wilayah Bekasi
Kemudian, Bagaimana cara daftarnya?
Anda hanya membayar 250,000/tahun
Dimana 150,000 untuk wakaf sawah dan 100,000 untuk Dana tabarru

Kita masih membutuhkan banyak partusipasi dari orang-orang yang peduli akan masa depan bangsa, masa depan anak cucu kita. Apakah Anda termasuk salah satunya?



๐ŸกOase Dakwah

by sabilijahro  |  at  05.58
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa
Kamis, 10 Agustus 2017

*Ku Tak Sendiri*
Oleh: Rimawati (Peserta Sayembara Oase Dakwah ODOJ G_2787)


Berjamaah itu mengalahkan ego
Menguji sabar yang tak pernah habis
Melawan emosi tanpa pamrih
Beragam watak ada di sini
Ya Allah lembutkan hati.

Memperbaiki diri dengan teliti
Menguji nyali agar tak sendiri
Bebenahlah terus dengan akhlak Al Qur'an
Mengetuk pintu langit di sepertiga malam.

Jiwaku milikMu Robb
Menghibur hatiku tuk terus mengabdi
Penyemangat diri ketika terasing
Berbagi harta benda untuk sesama
Menasehati jiwa yang selalu lapar.

Robb aku kan terus melangkah
Menyusuri lorong- lorong gelap
Tanpa lagi menoleh ke belakang
Demi menjaga kalam Mu.


◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇
๐Ÿ”ธ๐Ÿ”น๐Ÿ”ธ๐Ÿ”น๐Ÿ”ธ๐Ÿ”น๐Ÿ”ธ

Kamis, 10 Agustus 2017

"NGAJI BENTAR Yuk!"

by sabilijahro  |  at  04.51

#Repost from WhatsApp


Yang kerja keras belum tentu mendapat banyak.
Yang kerja sedikit belum tentu mendapat sedikit.

Karena sesungguhnya sifat Rezeki adalah mengejar, bukan dikejar.

Rezeki akan mendatangi,
bahkan akan mengejar,
hanya kepada orang yang pantas didatangi....

Maka, pantaskan dan patutkan diri untuk pantas di datangi, atau bahkan dikejar rezeki.
Inilah hakikat ikhtiar...

Setiap dari kita telah ditetapkan rezekinya sendiri-sendiri.
Karena ikhtiar adalah kuasa manusia, namun rezeki adalah kuasa Allah Azza Wajalla.

Dan manusia tidak akan dimatikan, hingga ketetapan rezekinya telah ia terima, seluruhnya.

Ada yang diluaskan rezekinya dalam bentuk harta,
Ada yang diluaskan dalam bentuk kesehatan,
Ada yang diluaskan dalam bentuk ketenangan, keamanan,
Ada yang diluaskan dalam kemudahan menerima ilmu,
Ada yang diluaskan dalam bentuk keluarga dan anak keturunan yang shalih,
Ada yang dimudahkan dalam amalan dan ibadahnya...

Dan yang paling indah, adalah diteguhkan dalam hidayah Islam...

Hakikat Rezeki bukanlah hanya harta,
Rezeki adalah seluruh rahmat Alloh SWT

ADAPUN 8 JENIS REZEKI DARI ALLOH SWT SEBAGAI BERIKUT*

*1.REZEKI YANG TELAH DIJAMIN*

‎ูˆَู…َุง ู…ِู† ุฏَุงุจَّุฉٍ ูِูŠ ุงู„ْุฃَุฑْุถِ ุฅِู„َّุง ุนَู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฑِุฒْู‚ُู‡َุง ูˆَูŠَุนْู„َู…ُ ู…ُุณْุชَู‚َุฑَّู‡َุง ูˆَู…ُุณْุชَูˆْุฏَุนَู‡َุง ูƒُู„ٌّ ูِูŠ ูƒِุชَุงุจٍ ู…ُّุจِูŠู†ٍ
"Tidak ada satu makhluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin ALLAH rezekinya."
(Surah Hud : 6).

*2. REZEKI KARENA USAHA*

‎ูˆَุฃَู† ู„َّูŠْุณَ ู„ِู„ْุฅِู†ุณَุงู†ِ ุฅِู„َّุง ู…َุง ุณَุนَู‰
"Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya."
(Surah An-Najm : 39).

*3. REZEKI KARENA BERSYUKUR*

‎ู„َุฆِู† ุดَูƒَุฑْุชُู…ْ ู„َุฃَุฒِูŠุฏَู†َّูƒُู…ْ ูˆَู„َุฆِู† ูƒَูَุฑْุชُู…ْ ุฅِู†َّ ุนَุฐَุงุจِูŠ ู„َุดَุฏِูŠุฏٌ
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu."
(Surah Ibrahim : 7).

*4. REZEKI TAK TERDUGA*

‎ูˆَู…َู† ูŠَุชَّู‚ِ ุงู„ู„َّู‡َ ูŠَุฌْุนَู„ ู„َّู‡ُ ู…َุฎْุฑَุฌًุง( ) ูˆَูŠَุฑْุฒُู‚ْู‡ُ ู…ِู†ْ ุญَูŠْุซُ ู„َุง ูŠَุญْุชَุณِุจُ
"Barangsiapa yang bertakwa kepada ALLAH nescaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya."
(Surah At-Thalaq : 2-3).

*5. REZEKI KARENA ISTIGHFAR*

‎ูَู‚ُู„ْุชُ ุงุณْุชَุบْูِุฑُูˆุง ุฑَุจَّูƒُู…ْ ุฅِู†َّู‡ُ ูƒَุงู†َ ุบَูَّุงุฑًุง ( ) ูŠُุฑْุณِู„ِ ุงู„ุณَّู…َุงุกَ ุนَู„َูŠْูƒُู… ู…ِّุฏْุฑَุงุฑًุง
"Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta.”
(Surah Nuh : 10-11).

*6. REZEKI KARENA MENIKAH*

‎ูˆَุฃَู†ูƒِุญُูˆุง ุงู„ْุฃَูŠَุงู…َู‰ٰ ู…ِู†ูƒُู…ْ ูˆَุงู„ุตَّุงู„ِุญِูŠู†َ ู…ِู†ْ ุนِุจَุงุฏِูƒُู…ْ ูˆَุฅِู…َุงุฆِูƒُู…ْ ุฅِู† ูŠَูƒُูˆู†ُูˆุง ูُู‚َุฑَุงุกَ ูŠُุบْู†ِู‡ِู…ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ู…ِู† ูَุถْู„ِู‡ِ
"Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka ALLAH akan memberikan kecukupan kepada mereka dengan kurnia-Nya."
(Surah An-Nur : 32).

*7. REZKI  KARENA ANAK*

‎ูˆَู„َุง ุชَู‚ْุชُู„ُูˆุง ุฃَูˆْู„َุงุฏَูƒُู…ْ ุฎَุดْูŠَุฉَ ุฅِู…ْู„َุงู‚ٍ ู†َّุญْู†ُ ู†َุฑْุฒُู‚ُู‡ُู…ْ ูˆَุฅِูŠَّุงูƒُู…ْ
"Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu kerana takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu.”
(Surah Al-Israa' : 31).

*8. REZEKI KARENA SEDEKAH*

‎ู…َّู† ุฐَุง ุงู„َّุฐِูŠ ูŠُู‚ْุฑِุถُ ุงู„ู„َّู‡َ ู‚َุฑْุถًุง ุญَุณَู†ًุง ูَูŠُุถَุงุนِูَู‡ُ ู„َู‡ُ ุฃَุถْุนَุงูًุง ูƒَุซِูŠุฑَุฉً
“Siapakah yang mahu memberi pinjaman kepada ALLAH, pinjaman yang baik (infak & sedekah), maka ALLAH akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak.”
(Surah Al-Baqarah : 245).

*SEMOGA BERMANFAAT*

Selasa, 27 Juni 2017

BINGUNG PILIH YANG MANA? HUNIAN VERTIKAL ATAU HUNIAN KOMPLEK?

by sabilijahro  |  at  10.08


Kebutuhan akan papan bagi pasangan-pasangan baru tentu sudah menjadi salah satu hal yang wajib. Namun hal itu, bagi masyarakat yang pada umumnya berada di wilayah metropolitan merasa kesulitan dan harus berpikir dua kali untuk memilikinya dikarenakan hunian yang layak di Jakarta harganya selangit dan selalu naik setiap tahunnya.
Oleh karena itu, salah satu alternatif bagi anda adalah dengan memiliki hunian vertikal yang tidak memakan banyak tempat, lokasi strategis, harga terjangkau dan tentunya memiliki akses yang mudah.
Solusinya adalah dengan memiliki hunian vertikal atau disebut juga dengan apartemen. Mungkin bagi anda yang tinggal di wilayah Sentul sudah tidak asing lagi dengan APARTEMEN OLYMPIC RESIDENCE SENTUL. Dari namanya saja sudah sangat jelas apartemen tersebut berlokasi di Sentul Bogor. Dan dalam hal ini, developer apartemen ini adalah HK Realtindo yaitu anak perusahaan PT. Hutama Karya (BUMN) yang bergerak di bidang konstruksi dan jalan tol yang kredibilitasnya sudah barang tentu baik.
Lalu, mengapa memilih Apartemen Olympic Residence Sentul?
  1. Terletak di kawasan Sentul yang merupakan kawasan Sunrise
  2. Berkonsep Go Green
  3. Dekat pusat rekreasi
  4. Dikelilingi lapangan golf ternama
Tipe apartemen :
Studio (luas 22 m2 )

1 Bedroom (luas 33 m2)

2 Bedroom (luas 39 m2)
2 Bedroom Corner (luas 42 m2)




Fasilitas-fasilitas yang ada :
  1. Infinity Pool
  2. Fitness Center
  3. Coffee Shop
  4. Commercial Area
  5. Convenience Store
  6. Forest Walk Jogging Track
  7. Pemandangan gunung yang memukau


Fasilitas pendukung lainnya :
รผ  Dekat dengan sarana pendidikan
รผ  Dekat dengan rumah sakit
รผ  Sarana transportasi yang mudah

More Information :



Semoga artikel ini bermanfaat. Terimakasih ^_^



Kamis, 11 Mei 2017

Doa yang Ribet

by sabilijahro  |  at  16.28

Assalamu'alaikum...
Belakangan ini saya sering bertemu dengan pembaca doa yang mengeluh. Katanya, umat masa kini sering tidak sabaran, ingin agar doanya cepat-cepat selesai. Tetapi setelah lama saya perhatikan, saya justru memberikan nasihat agar mereka menyederhanakan cara berpikir mereka yang ribet. “Sederhanakan doa Anda,” begitu saran saya.
Ini tentu bukan karena kita hidup dalam abad kecepatan, melainkan karena kesalahan pembaca doa itu sendiri. Mereka tidak fokus, kurang percaya diri, ingin mencari perhatian berlebih dari sebuah ritual yang padat acara. Bukan. Sama sekali ini bukan menganggap doa tidak penting, melainkan kita perlu mengajak orang lain fokus, khusyuk, dan menaruh perhatian yang penuh.
Bayangkan di sebuah pesta pernikahan. Pembaca doa membukanya dengan menyebut nama semua tamu yang dianggapnya penting. Alih-alih membaca doa, ia memasukkan banyak nasihat seperti yang biasa diucapkan seorang kakek kepada cucu-cucunya. Nasihatnya banyak sekali dan semakin lama semakin bercabang, bercampur dengan teori-teori, kisah, pengalaman hidup, dan seterusnya. Padahal, pada sesi sambutan keluarga, seorang yang dituakan sudah banyak memberi nasihat.
Belum lagi ingatannya yang melebar. Itu sudah 10 menit lebih. Doa belum juga dimulai. Padahal AC di ruang tengah tidak bekerja optimal. Antrean tamu semakin panjang. Hak sepatu yang dipakai kaum ibu yang hadir tinggi-tinggi, membuat mereka cepat merasa letih, berdiri di tempat tanpa gerak.
Akhirnya satu per satu tamu mulai bicara sendiri-sendiri, saling ngobrol. Dan beberapa tamu berteriak halus: Amin, amin! Tetapi pembaca doa tidak tanggap, ia terus berbicara berputar-putar, tidak fokus.
Cerita di atas saya kutip dari penulis favorit saya sekaligus guru besar Universitas Indonesia yaitu Pak Rhenald Khasali. Beliau banyak sekali pengalaman dalam hidupnya yang diceritakan pada bukunya yang berjudul”Self Driving menjadi driver atau passenger?”.  Saya mengambil salah satu ceritanya tentang doa yang ribet. Dapat saya simpulkan bahwa ternyata kita itu harus menyederhanakan doa kita agar fokus, dan selama ini kesalahan terbesar saya adalah terlalu banyak doa atau keinginan tapi hanya sedikit proses yang dijalankan untuk terkabulnya doa tersebut. Dengan membaca cerita tersebut memberikan saya pencerahan untuk tidak terlalu ribet dalam berdoa, fokus dan percaya diri supaya doa bisa terkabul.
Sekian sedikit cerita yang bisa saya kutip, semoga bermanfaat.
Wasalamu’alaikum...


Selasa, 09 Mei 2017

JAKCLOTH SUMMER FEST 2017 YANG SELALU DITUNGGU KALANGAN ANAK MUDA N GAUL ...:)

by sabilijahro  |  at  16.44
Jakcloth pertengahan tahun ini tepatnya ada di bulan Mei mulai dari tanggal 3-8 Mei 2017, dan banyak dibuka stand penjualan distro.
dan kebetulan sekali saya ikut datang untuk meramaikan acara jakcloth tersebut, tepatnya di hari Sabtu tanggal 7 Mei 2017.
Saya langsung berangkat menuju tempat Jakcloth yang berlokasi di Gambir Expo, setelah ujian tengah semester. Dan sebelumnya saya sudah janjian dengan beberapa anak murid di tempat saya mengajar yang berjumlah 7 orang, yaitu Fauzan, Iqbal, Nicholas, Rio, Bilal, Yusriza dan Imam. Tadinya janjian sekitar pukul 13.00 WIB, tetapi jadi molor dari waktu janji dikarenakan saya yang masih ribet dengan urusan kampus.
Mereka sudah tiba terlebih dahulu di lokasi sedangkan saya masih di perjalanan..
Dengan sabar mereka menanti saya di depan pintu masuk Gambir Expo, yang pada waktu itu saya tiba hampir pukul 7 malam. Setelah saya membeli tiket masuk seharga Rp 25.000,- saya pun langsung bergegas menuju ke tempat mereka menunggu saya. Kemudian saya mengikuti mereka yang ingin berbelanja kaos dengan harga miring. Sudah cukup ramai juga di lokasi, tetapi masih ada celah untuk berjalan. Bagaimana tidak ramai disana, secara semua serba diskon, mulai dari baju, sepatu, tas, celana dan lain-lain dijual dengan harga yang jauh dari harga normal jika tidak sedang acara Jakcloth yang itu semua merk ternama distro-distro, tetapi kadang untung-untungan juga sih untuk mendapatkan barangnya, dikarenakan yang dijual tinggal sisa dari stok yang ada.
Untuk saya sendiri, saya hanya membeli tas ransel dan kaos. Setelah anak-anak selesai berbelanja mereka ingin menonton konser, akhirnya saya temani mereka, di stand Extra Joss Blend saya dan anak-anak melihat konser hivi dan Killing me inside.
Sambil menunggu mereka menonton konser, saya duduk di pinggir panggung dekat jembatan bersama beberapa anak yang tidak ikut menonton konser sembari makan cemilan dan berfoto-foto.
Selanjutnya setelah selesai, kami pun pulang dengan menggunakan grab car menuju stasiun Manggarai, karena sudah malam, anak-anak pun saya ajak untuk menginap di rumah saya, karena saya khawatir di perjalanan dengan mereka.
Lalu mereka pun menginap di rumah saya dan pulang pukul 8 pagi.

Semoga perjalanan ini menjadi kenangan untuk kalian, dan selalu ingat untuk sholat wajib dimana pun dan dalam kondisi apapun kalian berada. ^_^
see you next trip ya guys...




Kamis, 13 Oktober 2016

Ayah Juga Lupa

by sabilijahro  |  at  07.44
Tulisan ini saya dapatkan dari sebuah buku yang berjudul "Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain". Tulisan tersebut begitu menggugah hati dan dapat menjadi pelajaran bagi kehidupan kita terutama untuk diri pribadi di masa depan.
Berikut tulisan lengkap dengan judul "Ayah Juga Lupa"


W. Livingstone Learned
Dengar, Nak: Ayah mengatakan ini pada saat Kau terbaring tidur, sebelah tangan kecil merayap dibawah pipimu dan rambutmu yang keriting pirang lengket pada dahimu yang lembab. Ayah menyelinap masuk seorang diri ke kamarmu. Baru beberapa menit yang lalu, ketika Ayah sedang membaca koran di perpustakaan, satu sapuan sesal yang amat dalam menerpa. Dengan perasaan bersalah Ayah datang menghampiri pembaringanmu.
Ada hal-hal yang Ayah fikirkan, Nak: Ayah selama ini bersikap kasar padamu. Ayah membentakmu ketika Kau sedang berpakaian hendak pergi ke sekolah karena Kau Cuma menyeka mukamu sekilas dengan handuk. Lalu Ayah lihat Kau tidak membersihkan sepatumu. Ayah berteriak marah tatkala Kau melempar beberapa barangmu ke lantai.
Saat makan pagi Ayah juga menemukan kesalahan. Kau meludahkan makananmu. Kau menelan terburu-buru makananmu. Kau meletakkan sikumu diatas meja. Kau mengoleskan mentega terlalu tebal di rotimu. Dan begitu Kau baru mulai bermain dan Ayah berangkat mengejar kereta api, Kau berpaling dan melambaikan tangan dan berseru ”Selamat jalan Ayah!” dan Ayah mengerutkan dahi, lalu menjawab, ”Tegakkan bahumu!”
Kemudian semua itu berulang lagi pada sore hari. Begitu Ayah muncul dari jalan, Ayah segera mengamatimu dengan cermat, memandangmu hingga lutut, memandangmu yang sedag bermain kelereng. Ada lubang-lubang pada Kaus kakimu. Ayah menghinamu di depan kawan-kawanmu, lalu menggiringmu untuk pulang kerumah. Kaus kaki mahal – dan kalau Kau yang harus membelinya, Kau akan lebih berhati-hati! Bayangkan itu, Nak, itu keluar dari fikiran seorang Ayah!
Apakah Kau ingat, nantinya, ketika Ayah sedang membaca di ruang perpustakaan, bagaimana Kau datang dengan perasaan takut dan dengan rasa terluka dalam matamu? Ketika Ayah terus memandang koran, tidak sabar dengan gangguanmu, Kau jadi ragu-ragu di depan pintu. ”Kau mau apa?” semprot Ayah.
Kau tidak berkata sepatahpun, melainkan berlari melintas dan melompat kearah Ayah, Kau melemparkan tanganmu melingkari leher saya dan mencium Ayah, tangan-tanganmu yang kecil semakin erat memeluk dengan hangat, kehangatan yang Tuhan telah tetapkan untuk mekar di hatimu dan yang bahkan pengabaian sekali pun tidak akan mampu melemahkannya. Dan kemudian Kau pergi, bergegas menaiki tangga.
Nak, Nak, sesat setelah itu koran jatuh dari tangan Ayah, dan suatu rasa takut yang menyakitkan menerpa Ayah. Kebiasaan apa yang Ayah sudah lakukan? Kebiasaan dalam menemukan kesalahan, dalam mencerca – ini adalah hadiah Ayah untukmu sebagai seorang anak lelaki. Bukan berarti Ayah tidak mencintaimu; Ayah lakukan semua ini karena Ayah berharap terlalu banyak dari masa muda. Ayah sedang mengukurmu dengan kayu pengukur dari tahun-tahun Ayah sendiri.
Dan sebenarnya begitu banyak hal yang baik dan benar dalam sifatmu. Hati mungil milikmu sama besarnya dengan fajar yang memayungi bukit-bukit luas. Semua ini Kau tunjukkan dengan sikap spontanmu saat Kau masuk dan mencium Ayah sambil mengucapkan selamat tidur. Tidak ada lagi masalah lagi malam ini, Nak, Ayah sudah datang ke tepi pembaringanmu dalam kegelapan, dan Ayah sudah berlutut disana, dengan rasa malu!
Ini adalah sebuah rasa tobat yang lemah; Ayah tahu Kau tidak akan mengerti hal-hal seperti ini kalau Ayah sampaikan padamu saat Kau terjaga. Tapi esok hari Ayah akan menjadi Ayah yang sejati! Ayah akan bersahabat karib denganmu, dan ikut menderita bila Kau menderita, dan tertawa bila Kau tertawa. Ayah akan menggigit lidah Ayah kalau kata-kata ridak sabar keluar dari mulut Ayah. Ayah akan terus mengucapkan kata ini seolah-olah sebuah ritual: ”Dia Cuma seorang anak kecil – anak lelaki kecil!
Ayah khawatir sudah membayangkanmu sebagai seorang lelaki. Namun, saat Ayah memandangmu sekarang, Nak, meringkuk berbaring dan letih dalam tempat tidurmu, Ayah lihat bahwa Kau masih seorang bayi. Kemarin Kau masih dalan gendongan ibumu, kepalamu berada di bahu ibumu. Ayah sudah meminta terlalu banyak, sungguh terlalu banyak.
Sebagai ganti dari kebiasaan kita mencerca, mengritik orang, mari kita coba untuk mengerti mereka. Mari kita berusaha mengerti mengapa mereka melakukan apa yang mereka lakukan. Hal itu jauh lebih bermanfaat dan menarik minat daripada kritik dan melahirkan simpati, toleransi, dan kebaikan hati. “Untuk benar-benar mengenal semua, kita harus memaafkan semua”.
Seperti yang dikatakan Dr. Johnson: “Tuhan sendiri tidak menghakimi orang hingga tiba pada akhir harinya.”
Mengapa saya dan Anda harus melakukannya?

Proudly Powered by Blogger.