Instagram :@sabili_jahro Twitter :@sabili_jahro Facebook :sabili jahro
Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 13 Oktober 2016

Ayah Juga Lupa

by sabilijahro  |  at  07.44
Tulisan ini saya dapatkan dari sebuah buku yang berjudul "Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain". Tulisan tersebut begitu menggugah hati dan dapat menjadi pelajaran bagi kehidupan kita terutama untuk diri pribadi di masa depan.
Berikut tulisan lengkap dengan judul "Ayah Juga Lupa"


W. Livingstone Learned
Dengar, Nak: Ayah mengatakan ini pada saat Kau terbaring tidur, sebelah tangan kecil merayap dibawah pipimu dan rambutmu yang keriting pirang lengket pada dahimu yang lembab. Ayah menyelinap masuk seorang diri ke kamarmu. Baru beberapa menit yang lalu, ketika Ayah sedang membaca koran di perpustakaan, satu sapuan sesal yang amat dalam menerpa. Dengan perasaan bersalah Ayah datang menghampiri pembaringanmu.
Ada hal-hal yang Ayah fikirkan, Nak: Ayah selama ini bersikap kasar padamu. Ayah membentakmu ketika Kau sedang berpakaian hendak pergi ke sekolah karena Kau Cuma menyeka mukamu sekilas dengan handuk. Lalu Ayah lihat Kau tidak membersihkan sepatumu. Ayah berteriak marah tatkala Kau melempar beberapa barangmu ke lantai.
Saat makan pagi Ayah juga menemukan kesalahan. Kau meludahkan makananmu. Kau menelan terburu-buru makananmu. Kau meletakkan sikumu diatas meja. Kau mengoleskan mentega terlalu tebal di rotimu. Dan begitu Kau baru mulai bermain dan Ayah berangkat mengejar kereta api, Kau berpaling dan melambaikan tangan dan berseru ”Selamat jalan Ayah!” dan Ayah mengerutkan dahi, lalu menjawab, ”Tegakkan bahumu!”
Kemudian semua itu berulang lagi pada sore hari. Begitu Ayah muncul dari jalan, Ayah segera mengamatimu dengan cermat, memandangmu hingga lutut, memandangmu yang sedag bermain kelereng. Ada lubang-lubang pada Kaus kakimu. Ayah menghinamu di depan kawan-kawanmu, lalu menggiringmu untuk pulang kerumah. Kaus kaki mahal – dan kalau Kau yang harus membelinya, Kau akan lebih berhati-hati! Bayangkan itu, Nak, itu keluar dari fikiran seorang Ayah!
Apakah Kau ingat, nantinya, ketika Ayah sedang membaca di ruang perpustakaan, bagaimana Kau datang dengan perasaan takut dan dengan rasa terluka dalam matamu? Ketika Ayah terus memandang koran, tidak sabar dengan gangguanmu, Kau jadi ragu-ragu di depan pintu. ”Kau mau apa?” semprot Ayah.
Kau tidak berkata sepatahpun, melainkan berlari melintas dan melompat kearah Ayah, Kau melemparkan tanganmu melingkari leher saya dan mencium Ayah, tangan-tanganmu yang kecil semakin erat memeluk dengan hangat, kehangatan yang Tuhan telah tetapkan untuk mekar di hatimu dan yang bahkan pengabaian sekali pun tidak akan mampu melemahkannya. Dan kemudian Kau pergi, bergegas menaiki tangga.
Nak, Nak, sesat setelah itu koran jatuh dari tangan Ayah, dan suatu rasa takut yang menyakitkan menerpa Ayah. Kebiasaan apa yang Ayah sudah lakukan? Kebiasaan dalam menemukan kesalahan, dalam mencerca – ini adalah hadiah Ayah untukmu sebagai seorang anak lelaki. Bukan berarti Ayah tidak mencintaimu; Ayah lakukan semua ini karena Ayah berharap terlalu banyak dari masa muda. Ayah sedang mengukurmu dengan kayu pengukur dari tahun-tahun Ayah sendiri.
Dan sebenarnya begitu banyak hal yang baik dan benar dalam sifatmu. Hati mungil milikmu sama besarnya dengan fajar yang memayungi bukit-bukit luas. Semua ini Kau tunjukkan dengan sikap spontanmu saat Kau masuk dan mencium Ayah sambil mengucapkan selamat tidur. Tidak ada lagi masalah lagi malam ini, Nak, Ayah sudah datang ke tepi pembaringanmu dalam kegelapan, dan Ayah sudah berlutut disana, dengan rasa malu!
Ini adalah sebuah rasa tobat yang lemah; Ayah tahu Kau tidak akan mengerti hal-hal seperti ini kalau Ayah sampaikan padamu saat Kau terjaga. Tapi esok hari Ayah akan menjadi Ayah yang sejati! Ayah akan bersahabat karib denganmu, dan ikut menderita bila Kau menderita, dan tertawa bila Kau tertawa. Ayah akan menggigit lidah Ayah kalau kata-kata ridak sabar keluar dari mulut Ayah. Ayah akan terus mengucapkan kata ini seolah-olah sebuah ritual: ”Dia Cuma seorang anak kecil – anak lelaki kecil!
Ayah khawatir sudah membayangkanmu sebagai seorang lelaki. Namun, saat Ayah memandangmu sekarang, Nak, meringkuk berbaring dan letih dalam tempat tidurmu, Ayah lihat bahwa Kau masih seorang bayi. Kemarin Kau masih dalan gendongan ibumu, kepalamu berada di bahu ibumu. Ayah sudah meminta terlalu banyak, sungguh terlalu banyak.
Sebagai ganti dari kebiasaan kita mencerca, mengritik orang, mari kita coba untuk mengerti mereka. Mari kita berusaha mengerti mengapa mereka melakukan apa yang mereka lakukan. Hal itu jauh lebih bermanfaat dan menarik minat daripada kritik dan melahirkan simpati, toleransi, dan kebaikan hati. “Untuk benar-benar mengenal semua, kita harus memaafkan semua”.
Seperti yang dikatakan Dr. Johnson: “Tuhan sendiri tidak menghakimi orang hingga tiba pada akhir harinya.”
Mengapa saya dan Anda harus melakukannya?

Jumat, 23 September 2016

MENGASAH KREATIVITAS? INILAH BEBERAPA HASILNYA

by sabilijahro  |  at  19.31

  Saya seorang guru yang mengajar pelajaran Bahasa Indonesia, selama hampir 4 tahun saya mengajar, di tahun ini kali pertama saya mengadakan praktek membuat sesuatu yang sesuai dengan materi, dan materi tersebut berlaku untuk anak didik kelas 7 dan 8. 

  Banyak hal tak terduga dan membuat saya terharu, karena saya sempat berpikir kalau akan ada yang tidak mengerjakan tetapi hasil di lapangan menunjukkan penilaian saya salah. Anak laki-laki usia sekitar 12 - 13 tahun dengan gigihnya mereka mampu menyelesaikan tugas yang saya berikan.
  Mereka mampu memasak sesuatu mulai dari sphagetti, puding, agar-agar coklat, nugget, rujak, omlet dan bahkan pisang yang dilumuri coklat dan keju dan rasanya pun enak membuat saya ingin mencicipi lagi dan lagi. Anak perempuan pun tak kalah enak masakan mereka, ada yang membuat kentang goreng, piscok, nasi goreng, sosis yang dililit dengan mie, dan sandwich.
  Ternyata anak didik di Indonesia saat ini cukup kreatif, mungkin salah satunya ditambah perkembangan teknologi yang semakin canggih.
  Selain membuat sesuatu, saya pun ingin menunjukkan kepada mereka, khususnya anak-anak yang saya ajar. Saya mengambil sebuah sampel dan melakukan praktek dari kertas origami.     Praktek tersebut saya coba kepada kelas 7, 8, dan 9 yang saya hubungkan dengan materi pembelajaran.

Contoh kelas 7 dan 8 :
  Dikarenakan materi kelas 7 dan 8 sama, maka saya perintahkan mereka membuat sesuatu dari kertas origami tersebut dan harus berbeda antara anak yang satu dengan yang lain. Lalu bagaimanakah reaksi mereka? Awalnya mereka bingung, bahkan tak banyak pula yang merasa putus asa, mereka membuat sesuatu, tetapi sudah ada temannya yang membuat jadi mereka harus mengganti bentuk lagi. Pembelajaran seperti ini cukup seru dan membuat beberapa anak mengeluh, "Susah..susah..." Saya beri mereka semangat untuk memikirkan dan mencoba membuat bentuk. Dan alhasil jadilah bentuk yang berbeda-beda antara anak yang satu dengan yang lain, yang sesuai dengan imajinasi mereka.   Setelah itu, saya perintahkan mereka untuk menuliskan langkah-langkah dalam membuat bentuk origami yang sudah mereka buat, hal tersebut berhubungan dengan pembelajaran teks prosedur mengenai cara menunjukkan atau menggunakan sesuatu step by step.
Contoh kelas 9 :
  Tak berbeda jauh dengan kelas 7 dan 8, meskipun kelas 9 merupakan jenjang tertinggi dalam tingkat SMP, mereka awalnya juga sempat kebingungan harus membuat apa, tetapi bedanya di kelas 9 ini mereka jarang yang berputus asa dan mecoba, mencoba terus mencoba. Mungkin salah satu faktornya adalah karena pemikiran mereka yang sudah lebih matang dibanding kelas 7 dan 8. Selain mengasah kreativitas, metode pembelajaran seperti ini menurut saya juga membuat mereka mengingat atau bernostalgia akan masa-masa Taman Kanak-Kanak. Hasil signifikan saya dapat di kelas 9 ini, ada yang membuat rumah, kamera, kipas, perahu, kapal, suriken, topi, seruling, bahkan sampai ke tempat tisu hal yang sempat tidak terpikirkan oleh saya.   Dan di tahun pelajaran 2016/2017 ini, siswa laki-laki dan perempuan cukup kreatif dan sudah banyak kepercayaan diri dari mereka yang mulai muncul.
  Jadi dari hal tersebut, dapat saya ambil kesimpulan bahwa kreativitas itu dapat muncul salah satunya tatkala kita sudah terpojok atau istilahnya "The Power Of Kepepet". Dan hal-hal luar biasa dapat terjadi jika kita memaksakan dan juga melatih diri untuk berpikir kreatif. 


(Tidak sempat untuk mendokumentasikan karya mereka, mungkin di lain waktu dan kesempatan akan saya usahakan untuk cerita-cerita lainnya)

contoh origami saya ambil dari situs solyoung.com:




Terimakasih telah berkunjung ke blog saya :)

Selasa, 16 Februari 2016

LOKASI SEJUK DI DEPOK? COBA KE KAMPUNG 99

by sabilijahro  |  at  15.29

Kampung 99 merupakan salah satu alternatif untuk liburan keluarga, disana kita dapat bersilaturahmi sekaligus belajar tentang alam, lokasi persis di depan masjid kubah emas, nanti ada plang penunjuk arah kampung 99.

Kebetulan saya dan keluarga sudah berkunjung kesana, ketika tiba di depan lokasi langsung terlihat jelas bangunan rumah kayu dan disambut ramah oleh ibu yang tinggal disana. 

Setelah itu, kami langsung diajak berkeliling, kanan kiri pepohonan semua dan rumah-rumah yang terbuat dari kayu 

disana ternyata ada hewan rusa juga yang ditaruh di kandang

Dan tak lupa pula kami sempatkan untuk bernarsis ria di rumah depan sekaligus menjadi tempat untuk memesan makanan, dan hebatnya makanan disana serba alami, bakso kambing, susu kambing. Sembari menanti pesanan langsung saja kita action... :-D

Sabtu, 13 Februari 2016

Travelling with family part 2 at gunung kapur

by sabilijahro  |  at  20.31

Hallow..akhirnya saya memiliki kesempatan untuk melanjutkan tulisan saya. :)

Langsung saja, saya mau melanjutkan cerita travelling bersama keluarga saya, dan ini travelling kedua kalinya.

Destinasi masih di wilayah sekitar Bogor, tepatnya di Gunung kapur, mungkin kalian pernah mendengarnya atau bahkan sudah pernah kesana yaa. Kami kesana  di bulan Juli, namun jalan-jalan kali ini ditemani oleh sepupu dan juga adik dari ibu serta anaknya yang berusia 3 tahun.

Alamat lengkapnya saya kurang tahu, yang jelas melewati pasar parung lalu nanti bertemu pertigaan belok kanan dan tidak jauh dari sana ada petunjuk jalannya, tapi hati-hati ya karena banyak parkir liar dan kesana membuat saya sedikit kapok, karena kami terperangkap parkir liar tersebut, dengan tarif hampir 100.000 untuk 4 kendaraan bermotor, warga tersebut berdalih dengan alasan sekalian untuk tiket masuk. 

Alhasil, ketika kami diantar sampai tiket masuk ternyata hanya membayar kurang lebih 5 ribu rupiah saja / orang. Yaah namun tak apalah, hitung-hitung bagi rezeki kata adik saya, hehe.

 Sesampainya disana langsung disambut oleh pedagang-pedagang dan berjalan agak sedikit nanti ada kolam renang dari belerang namun, saya dan keluarga tidak ingin kesana jadi kami hanya berkeliling ke atas ada spot yang bagus tak lupa pula kami abadikan dengan kamera. Nanti turunnya melalui jalan lain, supaya ketemu dengan pemandangan yang bagus, bekas kapur atau belerang ada di batu besar gitu..bagus..

Inilah hasil jeprat jepret kami... :-D


itu foto diambil dari atas ya..

nah di bawah ini foto di batu yang bekas kapur atau belerang..

Jumat, 12 Februari 2016

Travelling with family? Good Idea :-)

by sabilijahro  |  at  21.23
Apa sih travelling? Pasti kalian sudah sering mendengar bahkan mungkin sering kita lakukan, iya kan? Biasanya dilakukan ketika seseorang butuh refreshing karena menghadapi kepenatan pekerjaan atau kegiatan sehari-hari, merasa jenuh, suntuk dan butuh suasana yang baru agar pikiran kembali segar.

Saya pribadi (bukan saya sendiri ya, karena pernah ada murid saya yang nyeletuk "sendiri mulu, kapan berduanya?"hehehe) sangat menyenangi travelling atau jalan-jalan. Mulai dari tahun lalu saya dan keluarga sudah mem"planning"kan untuk dapat meluangkan sedikit waktu dari kami agar dapat pergi travelling bersama.

Setelah sekian lama, akhirnya saya dapat menuangkan sedikit perjalanan saya bersama adik-adik saya di blog ini. Oh iya, hampir lupa saya lima bersaudara dan kebetulan saya anak sulung yang otomatis selalu menjadi penentu untuk kegiatan travelling kami ini.

Tepatnya sekitar bulan Mei tahun 2015, kami berlima memulai perjalanan yang asyik dan seru meskipun masih di lokasi yang menurut kami dekat yaitu Gunung Munara. Kenapa memilih gunung? Karena kami sekalian olahraga (maklum jarang olahraga), yang pasti lokasi juga dekat dari rumah kami dan terutama biaya yang efisien. Kami melakukan perjalanan dengan 3 motor dan mulai berangkat sekitar pukul 7 pagi namun ada sedikit kendala, jalanan yang kami tempuh hancur sekali dan banyak sekali truk tronton yang besar-besar, kami kesana hampir menempuh 2 jam perjalanan dikarenakan kami belum tahu jalan yang lebih cepat untuk sampai sana.

Tapi semua perjuangan itu terbayarkan dengan pemandangan indah dari Gunung Munara yang kami daki kurang lebih dengan ketinggian 1500 mdpl. Mau coba? Silahkan... Ada rute yang lebih cepat untuk kesana yaitu melalui pasar parung lalu lurus terus ke arah rumpin dan akan melewati Departemen kehutanan, dari sana sudah dekat ada petunjuk arah Gunung munara di sebelah kiri nanti melewati rumah warga, tiba disana akan disambut oleh warga untuk parkir dan hanya bayar 5000 rupiah /kendaraan lalu jalan untuk ambil tiket, 1 tiket 5000 rupiah juga, sangat murah sekali bukan? Intinya lokasi ini bagus bagi pendaki pemula, tapi tetap ya guys pilih pakaian yang nyaman dan tentunya cocok untuk mendaki gunung, usahakan jangan menggunakan flat shoes (karena sayang sepatuny, nanti langsung jebol,hehehe).

Ini sedikit foto ketika kami mendaki Munara :-)
Mudah-mudahan sharenya bermanfaat yaa ...

Kamis, 01 Oktober 2015

Menjadi guru? Why not!!

by sabilijahro  |  at  19.19
Saat ini, profesi guru semakin banyak peminatnya, bahkan mahasiswa yang 4 tahun berkutat dengan jurusan di luar dari  jurusan keguruan, sekarang banyak yang pindah profesi atau pindah minatnya menjadi seorang guru. Salah satunya adalah saya.

Awalnya saya kuliah mengambil jurusan komunikasi penyiaran islam, namun setelah lulus tahun 2012 lalu, saya banting setir memilih profesi sebagai seorang guru, padahal jurusan yang saya pilih seharusnya membuat saya memiliki profesi sebagai seorang wartawan, reporter atau yang berhubungan dengan dunia broadcasting bahkan seharusnya sebagai seorang pendakwah, ustadz atau ustadzah. 

Entah mengapa seiring berjalannya waktu, tahun berganti tahun, saya semakin menyukai profesi guru ini. Mungkin ini sudah menjadi passion saya juga. Now, sudah 3 tahun saya menjalani profesi itu. Mulanya saya sebagai guru PAUD, mengajar di sekolah orang tua saya sendiri. Lalu kawan lama saya, tiba-tiba menghubungi saya bahwa ada lowongan menjadi guru MTs di daerah Depok, setelah berdiskusi lumayan panjang dengan kedua orang tua saya. Akhirnya saya putuskan, untuk mencoba melamar di sekolah tersebut. Dan alhamdulillah saya diterima.

Sebulan pun berlalu, ketika itu tibalah untuk pengambilan gaji. Saya sempat shock saat melihat slip gaji saya, karena jauh dari apa yang saya harapkan. Penghasilan guru apalagi untuk seorang guru honorer sangatlah jauh dari karyawan swasta yang ada di Jakarta. Saya pun sempat galau ingin melanjutkan profesi ini atau tidak. Namun, alhamdulillah berkat dukungan orang tua saya, saya mampu bertahan hingga saat ini.

Menjadi guru? Why Not!! Makin banyak relasi, tambah ilmu, berjiwa muda karena bergaul dengan anak-anak dan satu lagi yang pasti kurang lebih dua kali dalam setahun  sudah ada schedule tetap untuk jalan-jalan . :-)


Selasa, 29 September 2015

by sabilijahro  |  at  06.49
Assalamu'alaikum wr.wb
halloo..everybody...akhirnya saya dapat membuat blog kembali setelah beberapa tahun sempat vacum.

hal ini bisa terjadi karena terinspirasi dari salah satu sahabat masa SMA saya yang bernama atrasina adlina...
menurutku dia adalah salah satu orang hebat, dia bilang terus saja kamu buat blog, nanti kamu akan menemukan dengan sendiri passion kamu mau di bidang apa dalam menulis blog.

kali ini saya melanjutkan membuat blog kembali berkat ia. Dia dapat berkeliling Indonesia salah satunya karena blog yang dia buat.

Perkenalan saya segini dulu aja yaa..maklum masih pemula, udah lama pula tak buka-buka blog, so benar-benar udah lupa caranya dan harus mengulang dari nol lagi...:)

Proudly Powered by Blogger.