Instagram :@sabili_jahro Twitter :@sabili_jahro Facebook :sabili jahro
Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 27 Juni 2017

BINGUNG PILIH YANG MANA? HUNIAN VERTIKAL ATAU HUNIAN KOMPLEK?

by sabilijahro  |  at  10.08


Kebutuhan akan papan bagi pasangan-pasangan baru tentu sudah menjadi salah satu hal yang wajib. Namun hal itu, bagi masyarakat yang pada umumnya berada di wilayah metropolitan merasa kesulitan dan harus berpikir dua kali untuk memilikinya dikarenakan hunian yang layak di Jakarta harganya selangit dan selalu naik setiap tahunnya.
Oleh karena itu, salah satu alternatif bagi anda adalah dengan memiliki hunian vertikal yang tidak memakan banyak tempat, lokasi strategis, harga terjangkau dan tentunya memiliki akses yang mudah.
Solusinya adalah dengan memiliki hunian vertikal atau disebut juga dengan apartemen. Mungkin bagi anda yang tinggal di wilayah Sentul sudah tidak asing lagi dengan APARTEMEN OLYMPIC RESIDENCE SENTUL. Dari namanya saja sudah sangat jelas apartemen tersebut berlokasi di Sentul Bogor. Dan dalam hal ini, developer apartemen ini adalah HK Realtindo yaitu anak perusahaan PT. Hutama Karya (BUMN) yang bergerak di bidang konstruksi dan jalan tol yang kredibilitasnya sudah barang tentu baik.
Lalu, mengapa memilih Apartemen Olympic Residence Sentul?
  1. Terletak di kawasan Sentul yang merupakan kawasan Sunrise
  2. Berkonsep Go Green
  3. Dekat pusat rekreasi
  4. Dikelilingi lapangan golf ternama
Tipe apartemen :
Studio (luas 22 m)

1 Bedroom (luas 33 m2)

2 Bedroom (luas 39 m2)
2 Bedroom Corner (luas 42 m2)




Fasilitas-fasilitas yang ada :
  1. Infinity Pool
  2. Fitness Center
  3. Coffee Shop
  4. Commercial Area
  5. Convenience Store
  6. Forest Walk Jogging Track
  7. Pemandangan gunung yang memukau


Fasilitas pendukung lainnya :
ü  Dekat dengan sarana pendidikan
ü  Dekat dengan rumah sakit
ü  Sarana transportasi yang mudah

More Information :



Semoga artikel ini bermanfaat. Terimakasih ^_^



Kamis, 11 Mei 2017

Doa yang Ribet

by sabilijahro  |  at  16.28

Assalamu'alaikum...
Belakangan ini saya sering bertemu dengan pembaca doa yang mengeluh. Katanya, umat masa kini sering tidak sabaran, ingin agar doanya cepat-cepat selesai. Tetapi setelah lama saya perhatikan, saya justru memberikan nasihat agar mereka menyederhanakan cara berpikir mereka yang ribet. “Sederhanakan doa Anda,” begitu saran saya.
Ini tentu bukan karena kita hidup dalam abad kecepatan, melainkan karena kesalahan pembaca doa itu sendiri. Mereka tidak fokus, kurang percaya diri, ingin mencari perhatian berlebih dari sebuah ritual yang padat acara. Bukan. Sama sekali ini bukan menganggap doa tidak penting, melainkan kita perlu mengajak orang lain fokus, khusyuk, dan menaruh perhatian yang penuh.
Bayangkan di sebuah pesta pernikahan. Pembaca doa membukanya dengan menyebut nama semua tamu yang dianggapnya penting. Alih-alih membaca doa, ia memasukkan banyak nasihat seperti yang biasa diucapkan seorang kakek kepada cucu-cucunya. Nasihatnya banyak sekali dan semakin lama semakin bercabang, bercampur dengan teori-teori, kisah, pengalaman hidup, dan seterusnya. Padahal, pada sesi sambutan keluarga, seorang yang dituakan sudah banyak memberi nasihat.
Belum lagi ingatannya yang melebar. Itu sudah 10 menit lebih. Doa belum juga dimulai. Padahal AC di ruang tengah tidak bekerja optimal. Antrean tamu semakin panjang. Hak sepatu yang dipakai kaum ibu yang hadir tinggi-tinggi, membuat mereka cepat merasa letih, berdiri di tempat tanpa gerak.
Akhirnya satu per satu tamu mulai bicara sendiri-sendiri, saling ngobrol. Dan beberapa tamu berteriak halus: Amin, amin! Tetapi pembaca doa tidak tanggap, ia terus berbicara berputar-putar, tidak fokus.
Cerita di atas saya kutip dari penulis favorit saya sekaligus guru besar Universitas Indonesia yaitu Pak Rhenald Khasali. Beliau banyak sekali pengalaman dalam hidupnya yang diceritakan pada bukunya yang berjudul”Self Driving menjadi driver atau passenger?”.  Saya mengambil salah satu ceritanya tentang doa yang ribet. Dapat saya simpulkan bahwa ternyata kita itu harus menyederhanakan doa kita agar fokus, dan selama ini kesalahan terbesar saya adalah terlalu banyak doa atau keinginan tapi hanya sedikit proses yang dijalankan untuk terkabulnya doa tersebut. Dengan membaca cerita tersebut memberikan saya pencerahan untuk tidak terlalu ribet dalam berdoa, fokus dan percaya diri supaya doa bisa terkabul.
Sekian sedikit cerita yang bisa saya kutip, semoga bermanfaat.
Wasalamu’alaikum...


Selasa, 09 Mei 2017

JAKCLOTH SUMMER FEST 2017 YANG SELALU DITUNGGU KALANGAN ANAK MUDA N GAUL ...:)

by sabilijahro  |  at  16.44
Jakcloth pertengahan tahun ini tepatnya ada di bulan Mei mulai dari tanggal 3-8 Mei 2017, dan banyak dibuka stand penjualan distro.
dan kebetulan sekali saya ikut datang untuk meramaikan acara jakcloth tersebut, tepatnya di hari Sabtu tanggal 7 Mei 2017.
Saya langsung berangkat menuju tempat Jakcloth yang berlokasi di Gambir Expo, setelah ujian tengah semester. Dan sebelumnya saya sudah janjian dengan beberapa anak murid di tempat saya mengajar yang berjumlah 7 orang, yaitu Fauzan, Iqbal, Nicholas, Rio, Bilal, Yusriza dan Imam. Tadinya janjian sekitar pukul 13.00 WIB, tetapi jadi molor dari waktu janji dikarenakan saya yang masih ribet dengan urusan kampus.
Mereka sudah tiba terlebih dahulu di lokasi sedangkan saya masih di perjalanan..
Dengan sabar mereka menanti saya di depan pintu masuk Gambir Expo, yang pada waktu itu saya tiba hampir pukul 7 malam. Setelah saya membeli tiket masuk seharga Rp 25.000,- saya pun langsung bergegas menuju ke tempat mereka menunggu saya. Kemudian saya mengikuti mereka yang ingin berbelanja kaos dengan harga miring. Sudah cukup ramai juga di lokasi, tetapi masih ada celah untuk berjalan. Bagaimana tidak ramai disana, secara semua serba diskon, mulai dari baju, sepatu, tas, celana dan lain-lain dijual dengan harga yang jauh dari harga normal jika tidak sedang acara Jakcloth yang itu semua merk ternama distro-distro, tetapi kadang untung-untungan juga sih untuk mendapatkan barangnya, dikarenakan yang dijual tinggal sisa dari stok yang ada.
Untuk saya sendiri, saya hanya membeli tas ransel dan kaos. Setelah anak-anak selesai berbelanja mereka ingin menonton konser, akhirnya saya temani mereka, di stand Extra Joss Blend saya dan anak-anak melihat konser hivi dan Killing me inside.
Sambil menunggu mereka menonton konser, saya duduk di pinggir panggung dekat jembatan bersama beberapa anak yang tidak ikut menonton konser sembari makan cemilan dan berfoto-foto.
Selanjutnya setelah selesai, kami pun pulang dengan menggunakan grab car menuju stasiun Manggarai, karena sudah malam, anak-anak pun saya ajak untuk menginap di rumah saya, karena saya khawatir di perjalanan dengan mereka.
Lalu mereka pun menginap di rumah saya dan pulang pukul 8 pagi.

Semoga perjalanan ini menjadi kenangan untuk kalian, dan selalu ingat untuk sholat wajib dimana pun dan dalam kondisi apapun kalian berada. ^_^
see you next trip ya guys...




Kamis, 13 Oktober 2016

Ayah Juga Lupa

by sabilijahro  |  at  07.44
Tulisan ini saya dapatkan dari sebuah buku yang berjudul "Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain". Tulisan tersebut begitu menggugah hati dan dapat menjadi pelajaran bagi kehidupan kita terutama untuk diri pribadi di masa depan.
Berikut tulisan lengkap dengan judul "Ayah Juga Lupa"


W. Livingstone Learned
Dengar, Nak: Ayah mengatakan ini pada saat Kau terbaring tidur, sebelah tangan kecil merayap dibawah pipimu dan rambutmu yang keriting pirang lengket pada dahimu yang lembab. Ayah menyelinap masuk seorang diri ke kamarmu. Baru beberapa menit yang lalu, ketika Ayah sedang membaca koran di perpustakaan, satu sapuan sesal yang amat dalam menerpa. Dengan perasaan bersalah Ayah datang menghampiri pembaringanmu.
Ada hal-hal yang Ayah fikirkan, Nak: Ayah selama ini bersikap kasar padamu. Ayah membentakmu ketika Kau sedang berpakaian hendak pergi ke sekolah karena Kau Cuma menyeka mukamu sekilas dengan handuk. Lalu Ayah lihat Kau tidak membersihkan sepatumu. Ayah berteriak marah tatkala Kau melempar beberapa barangmu ke lantai.
Saat makan pagi Ayah juga menemukan kesalahan. Kau meludahkan makananmu. Kau menelan terburu-buru makananmu. Kau meletakkan sikumu diatas meja. Kau mengoleskan mentega terlalu tebal di rotimu. Dan begitu Kau baru mulai bermain dan Ayah berangkat mengejar kereta api, Kau berpaling dan melambaikan tangan dan berseru ”Selamat jalan Ayah!” dan Ayah mengerutkan dahi, lalu menjawab, ”Tegakkan bahumu!”
Kemudian semua itu berulang lagi pada sore hari. Begitu Ayah muncul dari jalan, Ayah segera mengamatimu dengan cermat, memandangmu hingga lutut, memandangmu yang sedag bermain kelereng. Ada lubang-lubang pada Kaus kakimu. Ayah menghinamu di depan kawan-kawanmu, lalu menggiringmu untuk pulang kerumah. Kaus kaki mahal – dan kalau Kau yang harus membelinya, Kau akan lebih berhati-hati! Bayangkan itu, Nak, itu keluar dari fikiran seorang Ayah!
Apakah Kau ingat, nantinya, ketika Ayah sedang membaca di ruang perpustakaan, bagaimana Kau datang dengan perasaan takut dan dengan rasa terluka dalam matamu? Ketika Ayah terus memandang koran, tidak sabar dengan gangguanmu, Kau jadi ragu-ragu di depan pintu. ”Kau mau apa?” semprot Ayah.
Kau tidak berkata sepatahpun, melainkan berlari melintas dan melompat kearah Ayah, Kau melemparkan tanganmu melingkari leher saya dan mencium Ayah, tangan-tanganmu yang kecil semakin erat memeluk dengan hangat, kehangatan yang Tuhan telah tetapkan untuk mekar di hatimu dan yang bahkan pengabaian sekali pun tidak akan mampu melemahkannya. Dan kemudian Kau pergi, bergegas menaiki tangga.
Nak, Nak, sesat setelah itu koran jatuh dari tangan Ayah, dan suatu rasa takut yang menyakitkan menerpa Ayah. Kebiasaan apa yang Ayah sudah lakukan? Kebiasaan dalam menemukan kesalahan, dalam mencerca – ini adalah hadiah Ayah untukmu sebagai seorang anak lelaki. Bukan berarti Ayah tidak mencintaimu; Ayah lakukan semua ini karena Ayah berharap terlalu banyak dari masa muda. Ayah sedang mengukurmu dengan kayu pengukur dari tahun-tahun Ayah sendiri.
Dan sebenarnya begitu banyak hal yang baik dan benar dalam sifatmu. Hati mungil milikmu sama besarnya dengan fajar yang memayungi bukit-bukit luas. Semua ini Kau tunjukkan dengan sikap spontanmu saat Kau masuk dan mencium Ayah sambil mengucapkan selamat tidur. Tidak ada lagi masalah lagi malam ini, Nak, Ayah sudah datang ke tepi pembaringanmu dalam kegelapan, dan Ayah sudah berlutut disana, dengan rasa malu!
Ini adalah sebuah rasa tobat yang lemah; Ayah tahu Kau tidak akan mengerti hal-hal seperti ini kalau Ayah sampaikan padamu saat Kau terjaga. Tapi esok hari Ayah akan menjadi Ayah yang sejati! Ayah akan bersahabat karib denganmu, dan ikut menderita bila Kau menderita, dan tertawa bila Kau tertawa. Ayah akan menggigit lidah Ayah kalau kata-kata ridak sabar keluar dari mulut Ayah. Ayah akan terus mengucapkan kata ini seolah-olah sebuah ritual: ”Dia Cuma seorang anak kecil – anak lelaki kecil!
Ayah khawatir sudah membayangkanmu sebagai seorang lelaki. Namun, saat Ayah memandangmu sekarang, Nak, meringkuk berbaring dan letih dalam tempat tidurmu, Ayah lihat bahwa Kau masih seorang bayi. Kemarin Kau masih dalan gendongan ibumu, kepalamu berada di bahu ibumu. Ayah sudah meminta terlalu banyak, sungguh terlalu banyak.
Sebagai ganti dari kebiasaan kita mencerca, mengritik orang, mari kita coba untuk mengerti mereka. Mari kita berusaha mengerti mengapa mereka melakukan apa yang mereka lakukan. Hal itu jauh lebih bermanfaat dan menarik minat daripada kritik dan melahirkan simpati, toleransi, dan kebaikan hati. “Untuk benar-benar mengenal semua, kita harus memaafkan semua”.
Seperti yang dikatakan Dr. Johnson: “Tuhan sendiri tidak menghakimi orang hingga tiba pada akhir harinya.”
Mengapa saya dan Anda harus melakukannya?

Jumat, 23 September 2016

MENGASAH KREATIVITAS? INILAH BEBERAPA HASILNYA

by sabilijahro  |  at  19.31

  Saya seorang guru yang mengajar pelajaran Bahasa Indonesia, selama hampir 4 tahun saya mengajar, di tahun ini kali pertama saya mengadakan praktek membuat sesuatu yang sesuai dengan materi, dan materi tersebut berlaku untuk anak didik kelas 7 dan 8. 

  Banyak hal tak terduga dan membuat saya terharu, karena saya sempat berpikir kalau akan ada yang tidak mengerjakan tetapi hasil di lapangan menunjukkan penilaian saya salah. Anak laki-laki usia sekitar 12 - 13 tahun dengan gigihnya mereka mampu menyelesaikan tugas yang saya berikan.
  Mereka mampu memasak sesuatu mulai dari sphagetti, puding, agar-agar coklat, nugget, rujak, omlet dan bahkan pisang yang dilumuri coklat dan keju dan rasanya pun enak membuat saya ingin mencicipi lagi dan lagi. Anak perempuan pun tak kalah enak masakan mereka, ada yang membuat kentang goreng, piscok, nasi goreng, sosis yang dililit dengan mie, dan sandwich.
  Ternyata anak didik di Indonesia saat ini cukup kreatif, mungkin salah satunya ditambah perkembangan teknologi yang semakin canggih.
  Selain membuat sesuatu, saya pun ingin menunjukkan kepada mereka, khususnya anak-anak yang saya ajar. Saya mengambil sebuah sampel dan melakukan praktek dari kertas origami.     Praktek tersebut saya coba kepada kelas 7, 8, dan 9 yang saya hubungkan dengan materi pembelajaran.

Contoh kelas 7 dan 8 :
  Dikarenakan materi kelas 7 dan 8 sama, maka saya perintahkan mereka membuat sesuatu dari kertas origami tersebut dan harus berbeda antara anak yang satu dengan yang lain. Lalu bagaimanakah reaksi mereka? Awalnya mereka bingung, bahkan tak banyak pula yang merasa putus asa, mereka membuat sesuatu, tetapi sudah ada temannya yang membuat jadi mereka harus mengganti bentuk lagi. Pembelajaran seperti ini cukup seru dan membuat beberapa anak mengeluh, "Susah..susah..." Saya beri mereka semangat untuk memikirkan dan mencoba membuat bentuk. Dan alhasil jadilah bentuk yang berbeda-beda antara anak yang satu dengan yang lain, yang sesuai dengan imajinasi mereka.   Setelah itu, saya perintahkan mereka untuk menuliskan langkah-langkah dalam membuat bentuk origami yang sudah mereka buat, hal tersebut berhubungan dengan pembelajaran teks prosedur mengenai cara menunjukkan atau menggunakan sesuatu step by step.
Contoh kelas 9 :
  Tak berbeda jauh dengan kelas 7 dan 8, meskipun kelas 9 merupakan jenjang tertinggi dalam tingkat SMP, mereka awalnya juga sempat kebingungan harus membuat apa, tetapi bedanya di kelas 9 ini mereka jarang yang berputus asa dan mecoba, mencoba terus mencoba. Mungkin salah satu faktornya adalah karena pemikiran mereka yang sudah lebih matang dibanding kelas 7 dan 8. Selain mengasah kreativitas, metode pembelajaran seperti ini menurut saya juga membuat mereka mengingat atau bernostalgia akan masa-masa Taman Kanak-Kanak. Hasil signifikan saya dapat di kelas 9 ini, ada yang membuat rumah, kamera, kipas, perahu, kapal, suriken, topi, seruling, bahkan sampai ke tempat tisu hal yang sempat tidak terpikirkan oleh saya.   Dan di tahun pelajaran 2016/2017 ini, siswa laki-laki dan perempuan cukup kreatif dan sudah banyak kepercayaan diri dari mereka yang mulai muncul.
  Jadi dari hal tersebut, dapat saya ambil kesimpulan bahwa kreativitas itu dapat muncul salah satunya tatkala kita sudah terpojok atau istilahnya "The Power Of Kepepet". Dan hal-hal luar biasa dapat terjadi jika kita memaksakan dan juga melatih diri untuk berpikir kreatif. 


(Tidak sempat untuk mendokumentasikan karya mereka, mungkin di lain waktu dan kesempatan akan saya usahakan untuk cerita-cerita lainnya)

contoh origami saya ambil dari situs solyoung.com:




Terimakasih telah berkunjung ke blog saya :)

Selasa, 16 Februari 2016

LOKASI SEJUK DI DEPOK? COBA KE KAMPUNG 99

by sabilijahro  |  at  15.29

Kampung 99 merupakan salah satu alternatif untuk liburan keluarga, disana kita dapat bersilaturahmi sekaligus belajar tentang alam, lokasi persis di depan masjid kubah emas, nanti ada plang penunjuk arah kampung 99.

Kebetulan saya dan keluarga sudah berkunjung kesana, ketika tiba di depan lokasi langsung terlihat jelas bangunan rumah kayu dan disambut ramah oleh ibu yang tinggal disana. 

Setelah itu, kami langsung diajak berkeliling, kanan kiri pepohonan semua dan rumah-rumah yang terbuat dari kayu 

disana ternyata ada hewan rusa juga yang ditaruh di kandang

Dan tak lupa pula kami sempatkan untuk bernarsis ria di rumah depan sekaligus menjadi tempat untuk memesan makanan, dan hebatnya makanan disana serba alami, bakso kambing, susu kambing. Sembari menanti pesanan langsung saja kita action... :-D

Sabtu, 13 Februari 2016

Travelling with family part 2 at gunung kapur

by sabilijahro  |  at  20.31

Hallow..akhirnya saya memiliki kesempatan untuk melanjutkan tulisan saya. :)

Langsung saja, saya mau melanjutkan cerita travelling bersama keluarga saya, dan ini travelling kedua kalinya.

Destinasi masih di wilayah sekitar Bogor, tepatnya di Gunung kapur, mungkin kalian pernah mendengarnya atau bahkan sudah pernah kesana yaa. Kami kesana  di bulan Juli, namun jalan-jalan kali ini ditemani oleh sepupu dan juga adik dari ibu serta anaknya yang berusia 3 tahun.

Alamat lengkapnya saya kurang tahu, yang jelas melewati pasar parung lalu nanti bertemu pertigaan belok kanan dan tidak jauh dari sana ada petunjuk jalannya, tapi hati-hati ya karena banyak parkir liar dan kesana membuat saya sedikit kapok, karena kami terperangkap parkir liar tersebut, dengan tarif hampir 100.000 untuk 4 kendaraan bermotor, warga tersebut berdalih dengan alasan sekalian untuk tiket masuk. 

Alhasil, ketika kami diantar sampai tiket masuk ternyata hanya membayar kurang lebih 5 ribu rupiah saja / orang. Yaah namun tak apalah, hitung-hitung bagi rezeki kata adik saya, hehe.

 Sesampainya disana langsung disambut oleh pedagang-pedagang dan berjalan agak sedikit nanti ada kolam renang dari belerang namun, saya dan keluarga tidak ingin kesana jadi kami hanya berkeliling ke atas ada spot yang bagus tak lupa pula kami abadikan dengan kamera. Nanti turunnya melalui jalan lain, supaya ketemu dengan pemandangan yang bagus, bekas kapur atau belerang ada di batu besar gitu..bagus..

Inilah hasil jeprat jepret kami... :-D


itu foto diambil dari atas ya..

nah di bawah ini foto di batu yang bekas kapur atau belerang..

Proudly Powered by Blogger.